Hasil Pertanian

Desa Pettong merupakan suatu desa dengan luas 463,335 Ha. Semuanya merupakan wilayah daratan dengan lahan yang subur dan sedang. Wilayah daratan Desa Pettong sebagian besar berupa wilayah persawahan, perkebunaan, pemukiman, dan bangunan umun desa. Wilayah daratan ini sangat berpotensi dalam pengembangan perekonomian masyarakat Desa Pettong. Banyaknya persawahan pada Desa Pettong dapat mendorong perekonomian masyarakat, karena adanya berbagai macam tanaman dalam persawahan yang dapat dimanfaatkan sebagai potensi perekonomian warga.

Tanaman-tanaman dalam persawahan tersebut antara lain berupa padi, jagung, kacang tanah, dan sinkong. Sedanngka di perkebunan terdapat pohon buah rambutan, pohon durian, pohon kelapa dan pohon pisang. Tanaman yang paling mendominasi perkebunan di Desa Pettong adalah pohon rambutan dan pohon pisang.

Masyarakat desa Pettong mayoritas berkerja sebagai petani. Mereka beranngkat pagi hingga siang hari dan kembali berangkat siang sampai sore. Mereka istirahat pada siang hari untuk makan siang dan  sholat. Hasil perkebunan mereka  bawa ke pasar untuk dijual.

Banyak juga masyarakat desa pettong beternak sapi dan kambing. Mereka tampa sulit untuk mencari pakannya. Setiap pembatas sawah sudah mereka tanami rumput gajah. Jadi jangan heran bila datang ke desa Pettong, jika tanaman rumput gajah lebih terlihat subur dibandingkan dengan padi mereka.

Masyarakat desa pettong masing menggunakan alat tradisional untuk membajak sawah. Nanggeleh (alat pembajak sawah) diikat dengan dua sapi. Dengan pemandu di belakang maka sapi sudah siap menurut untuk membajak sawah. Sesekali juga dicambuk agar sapi mau berjalan.

Sumber daya alam yang melimpah di Desa Pettong dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien guna menunjang perekonomian masyarakat. Banyak potensi-potensi sumber daya alam  yang dapat dikembangkan masyarakat. Adanya potensi sumber daya alam yang melimpah tersebut merupakan faktor utama kesejahteraan masyarakat Desa Pettong untuk dimaksimalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar